RANGKUMAN PRAKARYA
(SEMESTER 1)
serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen
yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Menurut kamus bahasa indonesia,
serat adalah suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar
dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Serat kapas
misalnya memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai
dengan 1000).
Bahan serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun
sebelum Masehi. Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah
dipergunakan sejak tahun 2.640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan
serat alam adalah Cina. Cina sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera. Cina
sangat tertarik dengan serat sutera yang dihasilkan dari ulat, bahan ini diolah
menjadi benang untuk kebutuhan produk tekstil. Selain serat sutera,
bahan serat alam lainnya berupa kapas. Pada tahun
1.540 SM telah berdiri industri kapas di India.
Bahan serat alam berasal dari alam. Limbah serat alam mudah
diurai dalam tanah. Bahan serat alam yang dimaksud adalah bahan organik yang
tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga
keasliannya tetap terjaga dan diutamakan. Bahan serat alam dapat digolongkan
menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.
Penjelasan:
1.
Serat dari Tumbuhan
Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat
berdasarkan bagian-bagian tumbuhan. Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan
yang dapat diolah menjadi serat alam. Hal ini disebabkan serat yang diinginkan
sebagai bahan baku produk tesktil memiliki persyaratan.
Diantara persyaratan tersebut adalah kuat, tahan
lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur
sesuai persyaratan produk. Adapun serat yang berasal dari tumbuhan dapat
diklasifikasi menjadi empat sebagai berikut.
a. Serat dari Biji
Tumbuhan memiliki biji yang beraneka ragam. Beberapa
biji telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat. Contohnya
biji dari pohon kapas dan kapuk. Meskipun begitu, saat ini kapas dan kapuk
sudah jarang dipergunakan untuk bahan baku produk tekstil. Hal ini disebabkan
peminat kapas dan kapuk sudah mulai berkurang. Kapas lebih banyak
dipergunakan orang sebagai bahan kosmetik dibanding untuk produk tekstil
ataupun kerajinan lainnya.
b. Serat dari Batang
Setiap tumbuhan memiliki batang. Struktur batang
yang dihasilkan tumbuhan tentunya tidak sama satu dengan lainnya. Jenis batang
yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun
tidak berkambium. Contohnya batang pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota
dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf,
dan sunn.
Kelas VII SMP/MTs
Semester I
c. Serat dari Daun
Tumbuhan yang dapat diolah sebagai bahan serat dari
daunnya tidaklah banyak. Namun, banyak orang memanfaatkan serat dari daun
sebagai bahan baku produk tekstil. Contohnya serat daun mendong (purun tikus),
daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng gondok, daun abaka, daun sisal, dan
daun henequen.
d. Serat Berasal dari Buah
Tumbuhan yang memiliki buah sangat banyak dan
beragam. Namun yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan
serat alam tidaklah banyak. Buah yang sudah
dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang
melapisi buah. Sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut
buah kelapa memiliki banyak manfaat. Semua jenis sabut, mulai dari sabut yang
memiliki serat panjang, serat pendek, hingga debu sabut dapat dimanfaatkan
semuanya. Namun yang dipergunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potongan
potongan panjang. Selanjutnya, serat ini diolah kembali menjadi bahan baku.
2.
Serat dari Hewan
Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh
negara-negara Eropa. Serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus,
Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah
musim dingin sangat memanfaatkan serat ini. Bagian hewan yang dimanfaatkan
seratnya adalah bulu. Bulu hewan yang paling banyak diolah sebagai bahan baku serat
produk tekstil di antaranya stapel dan filamen. Di bawah ini dijelaskan
penggolongannya.
a. Serat dari Stapel
Stapel merupakan serat yang berbentuk rambut hewan
yang disebut dengan wol. Contohnya domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang
paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba.
b. Serat dari Filamen
Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan.
Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk
membentuk kepompong. Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal
menjadi benang.
Karakteristik
bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah pada permukaan seratnya, seperti
kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Bahan tekstil
dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, bahan terasa
dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap
jamur, dan mudah terbakar. Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau,
sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi,
tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur,
mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu
hitam, bulat, serta mudah dihancurkan. Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat,
tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan
penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Berdasarkan
karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam
lebih maksimal. Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan
tahan lama.
Dalam pembuatan produk kerajinan perlu memahami
dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka dalam proses
penciptaannya harus mengacu pada persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan
benda kerajinan sebagai berikut.
1. Kegunaan (Utility)
Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis,
yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk
wadah sayur.
2. Kenyamanan (Comfortable)
Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi
kenyamanan bagi pemakainya. Contoh cangkir didesain ada pegangannya.
3. Keluwesan (Flexibility)
Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara
bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan
anatomi dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Safety)
Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya.
Contoh piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat
pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah
makanan.
5. Keindahan (Aestetic)
Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih
dibanding benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat
dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan
bakunya.
Produk
Kerajinan Serat Tumbuhan
Daun yang digunakan sebagai produk kerajinan disebut dengan
serat alam. Serat alam yang biasa digunakan di antaranya daun eceng gondok,
daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, daun kelapa/janur,
daun lontar, daun pandan, dan daun pohon gebang. Selain daun ada juga akar,
biji, dan batang.
Peralatan yang di perlukan dalam pembuatan kerajina
serat tumbuhan :
·
Mesin
jahit
·
Mesin
tenun
·
Mesin
pemisah sabut kelapa
·
Gunting
·
Cutter
·
Pisau
·
Lem
tembak
·
Jarum
jahit
·
Dan
aneka mesin lainyya yang di sesuaikan dangan kebutuhan bahan serat alam.
Batik merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang
tersebar ke seluruh pelosok negeri. Batik menjadi kebangaan Indonesia di dunia
Internasional sebagai warisan
budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari,
dan terus dikembangkan oleh setiap generasi Indonesia.
Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang
diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam
membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional
(kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.
Fungsi dan
Prinsip Kerajinan Tekstil
• Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat
semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang
dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding.
Prakarya
• Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat
berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya
busana, tas, dan aksesoris.
• Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang
mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan
dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang
dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.
las VII SMP/MTs Semester
I
• Fungsi simbolik, kerajinan tekstil
tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang
berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang
dibuat dengan motif simbolik.
Jenis dan
Karakteristik Kerajinan Tekstil
Di bawah ini terdapat dua macam teknik dalam pembuatan
kerajinan tekstil, yaitu structural dan decorative.
a. Structural
Technic
Structural adalah susunan dari garis, bentuk,
warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang
dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik
rajut.
b. Decorative
Technic
Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan
yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah
penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan
sulam pita.
Sayuran adala bahan pangan asal tumbuhan yang mempunyai
kadar air dan serat tinggi.
Tanaman sayuran termasuk tanaman hortikultra. Holtikultra
( horticulture) berasal dari bahasa dari bahasa latin hortus yang artinya kebun dan colore artiya membudidayakan. Jadi hortikultra adalah
membudidayakan tanaman di kebun.
Sedangkan budidaya merupakan usaha untuk menambah,
menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk hidup agar lebih/tumbuh
banyak.
Budidaya tanaman apabila telah melakukan 3 hal pokok
yaitu:
1.
Melakukan
pengolahan tanah
2.
Pemeliharaan
untuk mencapai produksi maksimum
3.
Tidak
pernah pindah.
Daerah datara tinggi: kentang, wortel, dan brokoli.
Daerah dataran rendah: bawang merah, mentimun, dan sawi
hijau.
Beberapa tanaman sayuran :
1.
Tomat
Tomat (Lycopersicon esculentum) merupakan,
tanaman perdu semusim, berbatang lemah, dan basah. Daunnya berbentuk segitiga.
Buahnya hijau waktu muda dan kuning atau merah waktu tua. Perbanyakan tanaman
ini umumnya dengan biji dan biasa dibudidayakan pada lahan kering. Umur panen
tanaman tomat lebih kurang 55- 61 hari setelah tanam (HST). Tomat termasuk
sayuran buah yang digemari. Tomat mempunyai berbagai manfaat antara lain
sebagai bumbu, lalap, makanan yang diawetkan (saus tomat), buah segar atau
minuman (juice). Buah tomat banyak mengandung vitamin A dan C.
2.
Bawang Merah
Bawang merah (Allium cepa) banyak
dimanfaatkan untuk bumbu. Lihatlah ke dapur, kamu dapat menemukan bawang merah
di tempat bumbu. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu
dapur, bawang merah dimanfaatkan juga sebagai
rempah dan obat. Kandungan minyak atsirinya dapat menyembuhkan beberapa
gangguan kesehatan. Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan.
Panen bawang merah dilakukan saat udara cerah dengan umur tanaman 65-90 HST.130
Kelas VII SMP/MTs
Semester I
3.
Kangkung
Kangkung (Ipomoea reptans) termasuk sayuran
daun yang mudah dibudidayakan dan populer. Hampir setiap penjual sayuran
menjual kangkung. Kangkung dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.
Terdapat dua jenis kangkung yang biasa dibudidayakan yaitu kangkung darat dan
kangkung air. Kangkung air memiliki daun dan batang yang lebih besar
dibandingkan dengan kangkung darat. Kangkung dapat dipanen pada hari ke-27
setelah tanam. Pemanenan dapat dicabut langsung atau dipotong dengan menyisakan
buku batang. Setelah dipotong, kangkung dapat tumbuh dan dipanen kembali.
4.
Bayam
Bayam (Amaranthus sp.) termasuk sayuran
dataran tinggi, tetapi dapat hidup di dataran
rendah. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh
sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5-2.000 m dpl, tumbuh di daerah
panas dan dingin. Bayam dapat tumbuh subur di dataran rendah pada lahan terbuka
yang udaranya agak panas Bayam merupakan tanaman dikotil yang memiliki sifat
batang basah (herbaceus) dengan bentuk batang bersegi. Sifat permukaan batang pada bayam,
licin beralur dengan arah tumbuh
batang yaitu tegak keatas. Berdasarkan panjang
umur batang, bayam termasuk tanaman muda (annuus). Bayam cabut bisa dipanen pada hari ke 25,
30 dan seterusnya hingga semua selesai panen.
131
5.
Sawi
Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan
daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah.
Penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau. Ada pula sawi putih yang
biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan. Jenis lain yang kadang-kadang
disebut sebagai sawi hijau adalah sawi sayur. Sawi sendok (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis
sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia.
Sawi dapat dipanen pada umur 40-50 hari, mulai dilakukan pada minggu ke-7
setelah tanam.
Saranan budi daya tanaman sayuran : benih bibit, pupuk,
pestisida, media tanam.
1.
Media
tanam bahan organik
a. Arang sekam
Arang sekam adalah hasil pembakaran tidak sempurna dari
ekam padi ( kulit gabah) yang berwarna hitam. Warna hitam pada arang sekam
menyebabkan daya serap tehapap panas yang tinggi.
b. Kompos
Kompos
merupakan zat akhir proses fermentasi tumpukan sampah/serasah tanaman. Kandungan utama kompos adalah bahan organik
tanah yang dapat memperbaiki kondisi tanah. Bahan-bahan organik yang dapat
dikomposkan yaitu: limbah organik rumah tangga, kotoran/ limbah peternakan,
limbah pertanian, dan limbah agroindustri. Ciri-ciri kompos yang baik, yaitu:
berwarna cokelat, berstruktur remah, gembur, dan berbau daun lapuk. Keuntungan
menggunakan kompos, yaitu:
(a)
mengembalikan kesuburan tanah,
(b)
mengurangi tumbuhnya tumbuhan
(c)
pengganggu, tersedia secara mudah, murah, dan relatif cepat.
c.
Sabut kelapa
Sabut kelapa (coco peat) yang digunakan sebagai media tanam biasanya berasal dari
kelapa yang sudah tua karena memiliki serat yang kuat. Sabut kelapa sebagai
media tanam sebaiknya digunakan di daerah bercurah hujan rendah agar sabut
tidak mudah lapuk. Sabut kelapa mampu menyimpan air dengan kuat sehingga sesuai
untuk daerah panas. Namun,
sabut
kelapa mudah berjamur.
2.
Media
tanam bahan anorganik
a. Gel
Gel atau hydrogel
adalah
kristal polimer yang biasa digunakan sebagai pengganti
tanah.
Biasanya gel digunakan sebagai media
tanaman indoor
karena
warnanya beragam dan dapat memperindah ruangan. Gel juga sering digunakan nursery saat pengiriman tanaman jarak
jauh karena gel mampu menyimpan air dalam jumlah sangat banyak.
b. Pasir
Pasir memiliki kapasitas kelembapan
sangat rendah dan kandungan hara rendah. Pasir cukup baik dijadikan sebagai
media tanam karena dapat menciptakan kondisi aerasi yang baik.
c.
Pecahan batu bata
Batu bata yang digunakan sebagai
media sebaiknya berukuran kecil, seperti kerikil Fungsinya agar batu bata dapat
menyerap air dan unsur hara dengan baik. Selain itu, kelembapan dan sirkulasi
udara di sekitar tanaman juga makin baik.
d. Spons
Spons (floralfoam) banyak digunakan untuk budi
daya tanaman hias. Biasanya spons
digunakan
sebagai media bunga potong. Spons
memiliki daya
serap air dan hara yang sangat tinggi, tetapi bahan ini mudah lapuk dan mudah
hancur ketika dipegang.
e. Vermi
kulit dan perlit
Vermikulit adalah bahan
anorganik steril yang berasal dari pemanasan kepingan-kepingan mika. Bahan ini
mengandung kalium. Vermikulit dapameningkatkan daya serap air.
Alat pengolahan tanah berupa: garpu, sekop, dan cangkul.
Alat pemeliharaan tanaman berupa: gembor, kored, sparyer.
Tahapn budi daya tanaman sayuran:
·
Pembibitan
·
Pengolahan
tanah/persiapan media tanam
·
Penanaman
·
Pemeliharaan
( penyiraman, penyulaman, pembubunan, pemasangan air, dan pemupukan )
·
Panen
·
Pasca
panen
Buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan
sudah dapat dikonsumsi secara langsung.
kandungan utama yang terdapat dalam buah-buahan, adalah air,
vitamin dan mineral, serat, antioksidan dan karbohidrat. Dengan mengonsumsi
buah kebutuhan air dapat terpenuhi. Buah yang memiliki kandungan air yang
tinggi sangat tepat jika dikonsumsi pada cuaca yang panas. Buah yang banyak
mengandung air antara lain belimbing, semangka, jeruk, melon, nanas, dan
stroberi. Mengonsumsi buah dapat membantu dalam memenuhi
kebutuhan akan air bagi tubuh kita, apabila kita kurang
mengonsumsi air sebanyak 2 liter dalam sehari.
Beberapa buah-buahan yang memiliki kandungan serat tinggi antara
lain pisang, apel, jeruk, dan alpukat. Buah yang kaya akan serat baik untuk
menu diet dan dapat menghindarkan dari resiko penyakit jantung dan stroke.
Selanjutnya, buahbuahan juga mengandung antioksidan, yaitu zat yang berfungsi
melindungi tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas adalah zat yang muncul
akibat aktifitas lingkungan yang berlebihan seperti polusi kendaraan, asap
rokok, radiasi dan sebagainya. Buah-buahan yang banyak mengandung antioksidan
antara lain, stroberi, anggur, jeruk.
Tubuh manusia membutuhkan karbohidrat 55% - 56% dari total
asupan kalori dalam sehari. Buah dengan kandungan karbohidrat di atas 50%
adalah pisang, apel, sawo dan srikaya.
Berdasarkan Musim
Berbuahnya
a. Buah musiman adalah buah yang hanya ada di waktu
musim tertentu. Pada suatu saat berbuah banyak dan pada saat lain tidak berbuah
sama sekali. Contohnya buah duren, mangga, kedondong, duku, dan rambutan.
b. Buah sepanjang tahun adalah jenis buah-buahan
yang tersedia sepanjang tahun. Buah ini dihasilkan dari tanaman yang berubah sepanjang
tahun tidak tergantung musim. Buah yang dapat kita nikmati kapan saja, yang
sepanjang tahun tersedia. Contohnya nanas, pisang, pepaya, jambu air, jambu
biji, markisa dan sebagainya.
2. Berdasarkan
Iklim Tempat Tumbuhnya
a. Buah tropis, buah-buahan dari tanaman yang tumbuh
di iklim panas atau tropis dengan suhu udara sekitar 25°C atau lebih. Contohnya
pisang, pepaya, nanas, mangga, rambutan, dan durian.
b. Buah subtropis, buah dari tanaman yang tumbuh di
iklim sedang atau di daerah yang mempunyai suhu udara maksimum 22°C. Contohnya
apel, jeruk, stroberi, anggur, dan sebagainya.
3. Berdasarkan
Proses Pematangannya
a. Buah klimaterik, yaitu buah yang setelah dipanen
dapat menjadi matang hingga terjadi pembusukan. Proses pematangan buah dalam
fase klimaterik ditandai dengan perubahan warna, tekstur dan bau buah.
Contohnya pisang, mangga, pepaya, jambu biji, apel dan sebagainya.
b. Buah non klimaterik, yaitu buah yang setelah
dipanen tidak akan mengalami proses pematangan tetapi langsung ke arah
pembusukan. Contohnya semangka, anggur, jambu air, dan nanas.
Teknik
Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat)
Teknik pengolahan makanan panas basah (moist
heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk
mematangkannya.
a. Teknik Merebus (Boiling)
Teknik merebus (boiling)
adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih.
b. Teknik Merebus Menutup Bahan
Pangan (Poaching)
Teknik poaching
ialah cara
memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang
direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92° - 96°C).
c. Teknik Merebus dengan
Sedikit Cairan (Braising)
Teknik braising
adalah teknik
merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira-kira setengah
dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan
api dikecilkan secara perlahan-lahan.
d. Teknik Menyetup/Menggulai (Stewing)
Stewing (menggulai/menyetup) adalah
mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan
cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang.
e. Teknik Mengukus (Steaming)
Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih.
g. Teknik Mengetim
Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan
menggunakan dua buah panci yang
berbeda ukuran, Salah satu panci berukuran lebih kecil.
Teknik
Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry
Heat Cooking)
Teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking) adalah mengolah makanan
tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya.
a. Teknik Menggoreng dengan
Minyak Banyak (Deep
Frying)
Pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan
minyak/lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga
memperoleh hasil yang kering (crispy).
b. Teknik Menggoreng dengan
Minyak Sedikit (Shallow
Frying)
Shallow frying adalah mengolah bahan makanan atau proses
menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit pada
wajan datar.
c. Teknik Menumis (Sauteing)
Teknik menumis (sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak
olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan
dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga
sedikit berkuah/basah.
d. Teknik Memanggang (Baking)
Memanggang (baking)
adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah
tanpa menggunakan minyak atau air.
Teknik memanggang
ada 3yaitu:
1) Memanggang
kering
Ketika memanggang dengan oven, bahan makanan
akan mengeluarkan uap air. Uap air ini akan membantu proses pemasakan bahan
makanan. Teknik ini biasanya digunakan untuk produk pastry dan roti. Selain itu,
digunakan untuk memasak daging, dan ikan.
2) Memanggang dalam
oven menambah kelembaban
Ketika memanggang bahan makanan, masukkan
wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk ke dalam oven.
Tujuannya agar kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan untuk menambah
kualitas makanan. Penerapan teknik dasar baking dapat dilakukan pada berbagai
bahan makanan, diantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran.
3) Memanggang dalam
oven dengan menggunakan dua wadah.
Wadah pertama berisi bahan makanan, dan wadah
kedua diberi air. Wadah pertama dimasukkan ke dalam wadah kedua sehingga panas yang
sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan
panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang.
Contoh puding caramel.
e. Teknik Membakar
(Grilling)
Grilling adalah teknik
mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau diatas panci
dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung.
Fungsi kemasan yang utama
adalah untuk melindungi produk dari kontaminasi bahan-bahan berbahaya dan
mikroba di lingkungan agar aman saat dikonsumsi dan mempunyai waktu simpan yang
cukup lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar