Senin, 02 Januari 2017

RANGKUMAN AGAMA SEMESTER 1



RANGKUMAN AGAMA
(SEMESTER 1)
Lebih Dekat dengan Allah Swt. Yang sangat indah nama-nya.
Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.
Al-asmau-al-husna adalah nama-nama Allah Swt. yang baik.
Di antara tersebut adalah :
·         al‘Alim (Maha Mengetahui),
·         al- Khabir(Mahateliti),
·         as-Sami’(Maha Mendengar) ,
·         al-Basir (Maha Melihat).
Hikmah beriman kepada Allah Swt. adalah:
·         Akan  selalu ditolong oleh Allah Swt.
·         hati menjadi tenang dan tidak gelisah,
·         medatangkan keuntungan dunia akhirat.

Hidup tenang dengan kejujuran amanah dan istiqamah.

Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya.
Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2. mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan ketentraman hidup karena tidak memiliki kesalahan terhadap orang
lain.
Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya).
Amanah ada tiga macam, yaitu:
·         Amanah terhadap Allah Swt.
·         Amanah terhadap sesama manusia,
·         Amanah terhadap sendiri.
Hikmah amanah adalah sebagai berikut :
·         a. Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam
           menjalin hubungan atau berinteraksi antara sesama manusia.
·         b. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
·         c. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
Perilaku amanahdalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui kegiatan kegiatan sebagai berikut.
·         a. Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Apabila kita
 dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya barang berharga, emas, rumah, atau
barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik. Pada saat
barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya
seperti semula.
·         b. Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia, baik itu
rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia organisasi, atau rahasia negara,
maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain.
·         c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah amanah yang wajib dijaga.
Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus menjaga
amanah tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan
pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk perbuatan yang melanggar amanah.
·         d. Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. berupa umur,
kesehatan, harta benda, ilmu, dan sebagainya. Semua nikmat yang diberikan
oleh Allah Swt. kepada umat manusia adalah amanah yang harus dijaga dan
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Istiqamah berarti tegak, lurus, tekun, dan ulet.
Istiqamah dapat diwujudkan melalui perbuatan :
·         selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
·         melaksanakan salat tepat waktu,
·         belajar secara terus menerus,
·         selalu menaati peraturan yang ada di sekolah,
·         dan selalu menjalankan kewajiban.

Taharah artinya bersuci dari najis dan hadas.
 Najis adalah kotoran yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. Sedangkan
 hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat , tawaf, dan lain sebagainya. Ayo Berlatih

Taharah  meliputi 2 hal yaitu:
 Taharah dari najis
Taharah dari hadas.
Taharah dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis.
Ada tiga macam najis, yaitu najis mukhaffafah, najis Mutawassitah,
dan najis mugaladah.

Penjelasan :
·         Najis Mukhaffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

·         Najis Muttawassita adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (zatnya), bau dan rasanya. Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan
najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (zat-nya) dan bisa diketahui
melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan
zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.

·         Najis mugaladah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan
babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan airyang di campur dengan tanah.

Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1. Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2. Hilang akal (contoh tidur),
3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan
4. Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan.

Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wudu. Apabila tidak ada air atau karena
sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/
melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:
1. Berhubungan suami istri (setubuh),
2. Keluar mani,
3. Haid (menstruasi),
4. Melahirkan,
5. Nifas, dan
6. Meninggal dunia.

Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan
tayammum.


Tata cara taharah dari hadas meliputi: mandi wajib, wudu dan, tayammum.
Sarana yang dapat di gunakan taharah yaitu: air, debu, dan batu.

Tata cara tahrah dari hadas:
1. Mandi Wajib
Mandi wajib adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar. Sering disebut juga mandi / janabat junub. Adapun cara mandi wajib adalah sebagai berikut.

Rukun mandi wajib adalah niat dan mengalirkan air ke seluruh badan sampai
Rata.

Tata cara berwudhu:
a. Niat mandi untuk menghilangkan hadas besar. jika dilafalkan maka bacaanya sebagai berikut :
“Saya niat mandi menghilangkan hadas besar karena Allah ta’ala”.
b. Menghilangkan najis apabila terdapat di badannya seperti bekas tetesan darah.
c. Membasahi seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pada saat mandi wajib, kita juga disunahkan untuk mambaca basmalah, mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam bejana, ber-wu«u terlebih dahulu, mendahulukan yang kanan dari yang kiri, menggosok tubuh, dan sebagainya.

2. wudu
Wudu adalah cara bersuci untuk menghilangkan hadas kecil.
 Adapun tata cara wudu adalah sebagai berikut.
a. Niat dalam hati, jika dilafalkan maka bacaannya sebagai berikut :
“Saya niat wudu menghilangkan hadas kecil karena Allah ta’ala”.
b. Disunahkan mencuci kedua telapak tangan, berkumur-kumur dan membersihkan lubang hidung.
c. Membasuh muka.
d. Membasuh kedua tangan sampai siku.
e. Mengusap kepala.
f. Disunahkan membasuh telinga.
g. Membasuh kaki sampai mata kaki.
h. Tertib (dilakukan secara berurutan).
i. Berdoa setelah wudu.

3. Tayammum
Tayammum adalah pengganti wu«u atau mandi wajib. Hal ini dilakukan sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (‘uzur).
tayammum dilakukan dengan menggunakan sarana debu yang suci. Debu
ini digunakan sebagai pengganti air. Apabila kita berada di dalam pesawat atau
kendaraan, debu yang digunakan untuk tayammum cukup mengusap debu yang ada
di dinding pesawat atau kendaraan.

Rukun Tayammum: niat, mengusap muka dengan tanah, mengusap kedua tangan
sampai siku-siku dengan tanah, tertib.

Cara ini boleh dilakukan jika:
a. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya.
b. Berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit.
                c. Telah masuk waktu salat .

Bertayammum itu mudah, caranya adalah sebagai berikut.
a. Niat;
b. Mengusap muka dengan tanah (debu yang suci);
c. Mengusap tangan kanan hingga siku-siku dengan debu;
d. Mengusap tangan kiri hingga siku-siku dengan debu.

Betapa pentingnya bersuci (taharah) dalam kehidupan kita, baik dari najis maupun dari hadas. Bersuci memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Keutamaankeutamaan itu, antara lain:
1. Orang yang hidup bersih akan terhindar dari segala macam penyakit karena kebanyakan sumber penyakit berasal dari kuman dan kotoran.
2. Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang selalu menjaga wu«u akan bersinar wajahnya kelak saat dibangkitkan dari kubur.
3. Dapat dijadikan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
4. Rasulullah saw. menegaskan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman dan ada ungkapan bijak pula yang mengatakan ”kebersihan pangkal kesehatan”.
5. Kebersihan akan membuat kita menjalani hidup dengan lebih nyaman.

Istinja adalah bersuci sesudah buang air besar atau buang air kecil. Istinjak bisa
dilakukan dengan air atau batu.

Kita harus senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian di mana dan kapan pun.
Baik suci dari najis, maupun suci dari hadas.

salat berjamaah adalah salat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang dari mereka menjadi imam, sedangkan yang lainnya menjadi makmum. Nah, salat lima waktu yang kita lakukan sangat diutamakan untuk dikerjakan
secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri (munfarid). Kalian perlu tahu bahwa hukum
salat wajib berjamaah adalah sunnah muakkadh, yaitu sunnah yang sangat
dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama mengatakan hukum salat berjamaah adalah
fardu kifayah.
Keutamaan salat berjamaah bila dibandingkan salat munfarid adalah dilipatkan
27 derajat.

Hukum salat berjamaah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang
sangat dianjurkan. Sebagian ulama menyatakan hukum salat berjamaah
fardu kifayah.

Syarat Sah Salat Berjamaah
Salat berjamaah sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Ada imam.
b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.
c. salat dikerjakan dalam satu majelis.
d. salat makmum sesuai dengan salat-nya imam.

Kedudukan imam dalam salat berjamaah sangat penting. Dia akan menjadi pemimpin seluruh jamaah salat sehingga untuk menjadi imam ada syarat tersendiri. Syarat yang dimaksud adalah :
a. Mengetahui syarat dan rukun salat, serta perkara yang membatalkan
salat,
b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,
c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,
d. Berakal sehat,
e. Ballig,
f. Berdiri pada posisi paling depan,
g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmumnya
perempuan semua), dan
h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.
Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah seperti berikut.
a. Makmum berniat mengikuti imam,
b. Mengetahui gerakan salat imam,
c. Berada dalam satu tempat dengan imam,
d. Posisinya di belakang imam, dan
e. Hendaklah salat makmum sesuai dengan salat imam, misalnya imam
salat Asar makmum juga salat Asar.

Masbμq, yaitu orang yang mengikuti imam tetapi tidak sempat membaca
surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama.

Halangan salat Berjamaah
salat berjamaah dapat ditinggalkan, kemudian melakukan salat sendirian
(munfarid). Faktor yang menjadi halangan itu adalah :
a. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat salat berjamaah,
b. Angin kencang yang sangat membahayakan,
c. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat salat berjamaah,
d. Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil, dan
e. Karena baru makan makanan yang baunya sukar dihilangkan, seperti bawang,
petai, dan jengkol.

Praktik salat wajib berjamaah adalah sebagai berikut :
1. salat berjamaah diawali dengan azan dan iqomah, tetapi kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqomah saja.
2. Barisan salat ( saf) di belakang imam diisi oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan berada di belakangnya.
3. Di dalam melaksanakan salat berjamaah seorang imam membaca bacaan £alat
ada yang nyaring (jahr) dan ada yang dilirihkan (sir). Bacaan yang dinyaringkan
adalah:
a. Bacaan takbiratul ikhram, takbir intiqal, tasmi, dan salam.
b. Bacaan al fatihah dan ayat-ayat al qur’an pada dua rakaat pertama
salat Magrib, Isya, dan Subuh. Begitu juga dengan salat Jumat, gerhana,
istisqa, idain (dua hari raya), Tarawih dan Witir;
c. Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah imam selesai membaca
al-Fatihah yang dinyaringkan.
4. Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan
imam;
5. Setelah salam, imam membaca zikir dan doa bersama-sama dengan makmum
atau membacanya sendiri-sendiri.

Keutamaan salat berjamaah adalah menjalin silaturahmi antarsesama,
mengajarkan hidup disiplin, mencintai dan menghargai, menjaga persatuan
dan kesatuan, menahan dari kemauan sendiri (egois), dan patuh kepada
pemimpinnya.

Sikap kecintaan kepada salat berjama’ah dapat diwujudkan melalui perilaku
sebagai berikut:
a. Ketika masuk waktu salat segera menuju masjid dan mengumandangkan atau mendengarkan azan.
b. Ketika mendengar azan segera menuju masjid.
c. Mengajak teman-temannya untuk salat berjama’ah.
d. Suka menjalin tali silaturrahim antara sesama di masjid.
Rangkuman
e. Senang mendatangi majlis-majlis ta’lim untuk menuntut ilmu agama.
f. Tidak suka membeda-bedakan status sosial manusia, karena ia berkeyakinan bahwa kedudukannya sama di hadapan Allah Swt.
g. Bersikap demokratis, taat kepada pimpinan selama tidak melakukan kesalahan, dan apabila pimpinan kita salah, maka kita wajib mengingatkan ke
jalan yang benar temasuk di dalam taat kepada kedua orang tua dan guru.
h. Menjaga persatuan, kesatuan, dan menjunjung sikap demokratis.

Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan
tanggal 20 April 571 Masehi, atau disebut tahun gajah.

Sifat-sifat Nabi Muhammad saw., antara lain tidak mudah putus asa, semangat kerja yang tinggi, selalu jujur, amanah, tabah, optimis, dan percaya diri.

Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun dengan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96:1-5 melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira.

Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Muddasir/74: 1-7, masih sebatas keluarga dekat.

Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai setelah turun wahyu Q.S. al-Hijr/15: 94-95.

 Dalam berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga
maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun, semua dihadapi
oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
As-Sabiqμn al-Awwalμn adalah orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman.

 Cara meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. di Mekah :
a. tugas dan tanggung jawab tidak bisa dipikul seorang diri, tetapi
harus ada kebersamaan dan persatuan dari berbagai kalangan
masyarakat.
b. Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang dapat mengajak
kepada hal-hal yang positif dan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar