RANGKUMAN AGAMA
(SEMESTER 1)
Lebih
Dekat dengan Allah Swt. Yang sangat indah nama-nya.
Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan
sepenuh hati bahwa Dia itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam
perbuatan sehari-hari.
Al-asmau-al-husna adalah nama-nama
Allah Swt. yang baik.
Di antara tersebut adalah :
·
al‘Alim (Maha Mengetahui),
·
al- Khabir(Mahateliti),
·
as-Sami’(Maha Mendengar) ,
·
al-Basir (Maha Melihat).
Hikmah beriman kepada Allah Swt. adalah:
·
Akan selalu ditolong oleh Allah Swt.
·
hati
menjadi tenang dan tidak gelisah,
·
medatangkan
keuntungan dunia akhirat.
Hidup tenang dengan
kejujuran amanah dan istiqamah.
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan
dan perbuatan yang sebenarnya.
Hikmah atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1. mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2. mendapatkan banyak teman, dan
3. mendapatkan ketentraman hidup karena tidak
memiliki kesalahan terhadap orang
lain.
Amanah artinya terpercaya
(dapat dipercaya).
Amanah ada tiga macam,
yaitu:
·
Amanah terhadap Allah Swt.
·
Amanah terhadap sesama manusia,
·
Amanah terhadap sendiri.
Hikmah amanah adalah
sebagai berikut :
·
a.
Dipercaya orang lain, ini merupakan modal yang sangat berharga dalam
menjalin hubungan atau berinteraksi
antara sesama manusia.
·
b.
Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
·
c.
Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
Perilaku amanahdalam kehidupan sehari-hari dapat
diwujudkan melalui kegiatan kegiatan sebagai berikut.
·
a. Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula.
Apabila kita
dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya
barang berharga, emas, rumah, atau
barang-barang lainnya, maka kita harus menjaganya dengan baik.
Pada saat
barang titipan tersebut diambil
oleh pemiliknya, kita harus mengembalikannya
seperti semula.
·
b. Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya untuk menjaga rahasia,
baik itu
rahasia pribadi, rahasia keluarga,
rahasia organisasi, atau rahasia negara,
maka kita wajib menjaganya supaya
tidak bocor kepada orang lain.
·
c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan adalah amanah yang wajib dijaga.
Apabila kita diberi jabatan apapun
bentuknya, maka kita harus menjaga
amanah
tersebut. Segala bentuk penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan
pribadi, keluarga, atau kelompok termasuk
perbuatan yang melanggar amanah.
·
d. Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt.
berupa umur,
kesehatan, harta benda, ilmu, dan
sebagainya. Semua nikmat yang diberikan
oleh Allah Swt. kepada umat manusia
adalah amanah yang
harus dijaga dan
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Istiqamah berarti
tegak, lurus, tekun, dan ulet.
Istiqamah
dapat diwujudkan melalui perbuatan :
·
selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
·
melaksanakan salat tepat waktu,
·
belajar secara terus menerus,
·
selalu menaati peraturan yang ada di sekolah,
·
dan selalu menjalankan kewajiban.
Taharah artinya bersuci
dari najis dan hadas.
Najis adalah
kotoran yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah
Swt. Sedangkan
hadas adalah
keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat ,
tawaf,
dan lain sebagainya. Ayo
Berlatih
Taharah meliputi 2 hal yaitu:
Taharah dari
najis
Taharah dari hadas.
Taharah dari najis maksudnya adalah membersihkan
sesuatu dari najis.
Ada tiga macam najis, yaitu najis mukhaffafah,
najis Mutawassitah,
dan najis mugaladah.
Penjelasan :
·
Najis
Mukhaffafah adalah najis
yang
ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum
makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup
dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.
·
Najis
Muttawassita adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis
ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis
ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (zatnya),
bau dan rasanya. Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada
benda yang terkena najis. Sedangkan
najis ‘ainiyyah adalah najis yang
tampak wujudnya (zat-nya)
dan bisa diketahui
melalui
bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan
zat,
rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.
·
Najis mugaladah adalah
najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan
babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan
membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan airyang di
campur dengan tanah.
Kita terkena hadas kecil apabila
mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1. Keluar sesuatu
dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2. Hilang akal
(contoh tidur),
3. Bersentuhan kulit
antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan
4. Menyentuh qubul (kemaluan)
dan dubur dengan telapak tangan.
Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wudu. Apabila tidak ada
air atau karena
sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena
hadas besar apabila mengalami/
melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:
1. Berhubungan
suami istri (setubuh),
2. Keluar mani,
3. Haid (menstruasi),
4. Melahirkan,
5. Nifas, dan
6. Meninggal dunia.
Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib,
yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila
tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan
tayammum.
Tata cara taharah dari hadas meliputi:
mandi wajib, wudu dan,
tayammum.
Sarana yang dapat di gunakan taharah yaitu:
air, debu, dan batu.
Tata cara tahrah dari hadas:
1. Mandi
Wajib
Mandi wajib adalah mandi untuk
menghilangkan hadas besar. Sering disebut juga mandi / janabat junub. Adapun cara mandi wajib adalah
sebagai berikut.
Rukun mandi wajib adalah niat dan mengalirkan
air ke seluruh badan sampai
Rata.
Tata cara berwudhu:
a. Niat mandi untuk menghilangkan hadas besar. jika dilafalkan maka bacaanya
sebagai berikut :
“Saya
niat mandi menghilangkan hadas besar karena Allah ta’ala”.
b. Menghilangkan najis apabila terdapat di badannya seperti
bekas tetesan darah.
c. Membasahi seluruh tubuh mulai
dari ujung rambut sampai ujung kaki. Pada saat mandi wajib, kita juga disunahkan
untuk mambaca basmalah, mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam
bejana, ber-wu«u terlebih dahulu, mendahulukan yang kanan dari yang kiri,
menggosok tubuh, dan sebagainya.
2. wudu
Wudu adalah cara bersuci
untuk menghilangkan hadas kecil.
Adapun
tata cara wudu adalah
sebagai berikut.
a. Niat dalam hati, jika dilafalkan maka
bacaannya sebagai berikut :
“Saya niat wudu menghilangkan
hadas kecil karena Allah ta’ala”.
b. Disunahkan mencuci kedua telapak tangan,
berkumur-kumur dan membersihkan lubang hidung.
c. Membasuh muka.
d. Membasuh kedua tangan sampai siku.
e. Mengusap kepala.
f. Disunahkan membasuh telinga.
g. Membasuh kaki sampai mata kaki.
h. Tertib (dilakukan secara berurutan).
i. Berdoa setelah wudu.
3. Tayammum
Tayammum adalah pengganti wu«u atau
mandi wajib. Hal ini dilakukan sebagai rukhsah (keringanan) untuk
orang yang tidak dapat memakai air karena beberapa halangan (‘uzur).
tayammum dilakukan dengan
menggunakan sarana debu yang suci. Debu
ini digunakan sebagai pengganti air. Apabila
kita berada di dalam pesawat atau
kendaraan, debu yang digunakan untuk tayammum cukup
mengusap debu yang ada
di dinding pesawat atau kendaraan.
Rukun Tayammum: niat, mengusap
muka dengan tanah, mengusap kedua tangan
sampai siku-siku dengan tanah, tertib.
Cara ini boleh dilakukan jika:
a. Tidak ada air
dan telah berusaha mencarinya.
b. Berhalangan
menggunakan air, misalnya karena sakit.
c.
Telah masuk waktu salat .
Bertayammum itu mudah, caranya
adalah sebagai berikut.
a. Niat;
b. Mengusap muka
dengan tanah (debu yang suci);
c. Mengusap tangan
kanan hingga siku-siku dengan debu;
d. Mengusap tangan
kiri hingga siku-siku dengan debu.
Betapa pentingnya bersuci (taharah) dalam
kehidupan kita, baik dari najis maupun dari hadas. Bersuci memiliki
keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Keutamaankeutamaan itu, antara lain:
1. Orang yang hidup bersih akan terhindar dari
segala macam penyakit karena kebanyakan sumber penyakit berasal dari kuman dan
kotoran.
2. Rasulullah saw. bersabda bahwa orang yang
selalu menjaga wu«u akan
bersinar wajahnya kelak saat dibangkitkan dari kubur.
3. Dapat dijadikan sarana untuk lebih mendekatkan
diri kepada Allah Swt.
4. Rasulullah saw. menegaskan bahwa kebersihan
itu sebagian dari iman dan ada ungkapan bijak pula yang mengatakan ”kebersihan
pangkal kesehatan”.
5. Kebersihan akan membuat kita menjalani hidup
dengan lebih nyaman.
Istinja adalah bersuci sesudah buang air besar
atau buang air kecil. Istinjak bisa
dilakukan dengan air atau batu.
Kita harus senantiasa menjaga kebersihan dan
kesucian di mana dan kapan pun.
Baik suci dari najis, maupun suci dari hadas.
salat berjamaah adalah salat yang
dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang dari
mereka menjadi imam, sedangkan yang lainnya menjadi makmum. Nah, salat lima
waktu yang kita lakukan sangat diutamakan untuk dikerjakan
secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri (munfarid).
Kalian perlu tahu bahwa hukum
salat wajib berjamaah
adalah sunnah muakkadh, yaitu sunnah yang sangat
dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama mengatakan
hukum salat berjamaah adalah
fardu kifayah.
Keutamaan salat berjamaah bila
dibandingkan salat munfarid adalah dilipatkan
27 derajat.
Hukum salat berjamaah adalah sunnah muakkadah, yaitu
sunnah yang
sangat dianjurkan. Sebagian ulama menyatakan
hukum salat berjamaah
fardu kifayah.
Syarat Sah Salat Berjamaah
Salat berjamaah sah
apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
a. Ada imam.
b. Makmum berniat untuk mengikuti imam.
c. salat dikerjakan
dalam satu majelis.
d. salat makmum sesuai
dengan salat-nya imam.
Kedudukan imam dalam salat berjamaah
sangat penting. Dia akan menjadi pemimpin seluruh jamaah salat sehingga
untuk menjadi imam ada syarat tersendiri. Syarat yang dimaksud adalah :
a. Mengetahui syarat dan rukun salat,
serta perkara yang membatalkan
salat,
b. Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,
c. Paling luas wawasan agamanya dibandingkan
yang lain,
d. Berakal sehat,
e. Ballig,
f. Berdiri pada posisi paling depan,
g. Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi
imam kalau makmumnya
perempuan semua), dan
h. Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.
Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah
seperti berikut.
a. Makmum berniat mengikuti imam,
b. Mengetahui gerakan salat imam,
c. Berada dalam satu tempat dengan imam,
d. Posisinya di belakang imam, dan
e. Hendaklah
salat makmum sesuai dengan salat imam,
misalnya imam
salat Asar makmum juga salat Asar.
Masbμq, yaitu orang yang
mengikuti imam tetapi tidak sempat membaca
surat al-Fatihah bersama imam di
rakaat pertama.
Halangan salat Berjamaah
salat berjamaah dapat
ditinggalkan, kemudian melakukan salat sendirian
(munfarid). Faktor yang menjadi halangan itu adalah :
a. Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke
tempat salat berjamaah,
b. Angin kencang yang sangat membahayakan,
c. Sakit yang mengakibatkan susah berjalan
menuju ke tempat salat berjamaah,
d. Sangat ingin buang air besar atau buang air
kecil, dan
e. Karena baru makan makanan yang baunya sukar
dihilangkan, seperti bawang,
petai, dan jengkol.
Praktik salat wajib berjamaah
adalah sebagai berikut :
1. salat berjamaah diawali dengan azan dan
iqomah, tetapi kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqomah saja.
2. Barisan salat ( saf)
di belakang imam diisi oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan berada
di belakangnya.
3. Di dalam melaksanakan salat berjamaah
seorang imam membaca bacaan £alat
ada yang nyaring (jahr)
dan ada yang dilirihkan (sir).
Bacaan yang dinyaringkan
adalah:
a. Bacaan takbiratul ikhram,
takbir intiqal, tasmi, dan salam.
b. Bacaan al fatihah dan ayat-ayat
al qur’an pada
dua rakaat pertama
salat Magrib, Isya, dan
Subuh. Begitu juga dengan salat Jumat, gerhana,
istisqa, idain (dua
hari raya), Tarawih dan Witir;
c. Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah
imam selesai membaca
al-Fatihah yang dinyaringkan.
4. Makmum harus mengikuti gerakan imam dan
tidak boleh mendahului gerakan
imam;
5. Setelah salam, imam membaca zikir dan
doa bersama-sama dengan makmum
atau membacanya sendiri-sendiri.
Keutamaan salat berjamaah adalah
menjalin silaturahmi antarsesama,
mengajarkan hidup disiplin, mencintai dan
menghargai, menjaga persatuan
dan kesatuan, menahan dari kemauan sendiri
(egois), dan patuh kepada
pemimpinnya.
Sikap kecintaan kepada salat
berjama’ah dapat diwujudkan melalui perilaku
sebagai berikut:
a. Ketika masuk waktu salat segera
menuju masjid dan mengumandangkan atau mendengarkan azan.
b. Ketika mendengar azan segera
menuju masjid.
c. Mengajak teman-temannya untuk
salat berjama’ah.
d. Suka menjalin tali silaturrahim
antara sesama di masjid.
Rangkuman
e. Senang mendatangi majlis-majlis
ta’lim untuk menuntut ilmu agama.
f. Tidak suka membeda-bedakan
status sosial manusia, karena ia berkeyakinan bahwa kedudukannya sama di
hadapan Allah Swt.
g. Bersikap demokratis, taat kepada
pimpinan selama tidak melakukan kesalahan, dan apabila pimpinan kita salah,
maka kita wajib mengingatkan ke
jalan yang benar temasuk di dalam
taat kepada kedua orang tua dan guru.
h. Menjaga persatuan, kesatuan, dan
menjunjung sikap demokratis.
Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal bertepatan
dengan
tanggal 20 April 571 Masehi, atau disebut tahun
gajah.
Sifat-sifat Nabi Muhammad saw., antara lain
tidak mudah putus asa, semangat kerja yang tinggi, selalu jujur, amanah,
tabah, optimis, dan percaya diri.
Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi Rasul pada
usia 40 tahun dengan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96:1-5 melalui
perantara Malaikat Jibril di Gua Hira.
Dakwah Nabi secara sembunyi-sembunyi dimulai
setelah turun wahyu kedua, Q.S. al-Muddasir/74: 1-7, masih sebatas keluarga dekat.
Dakwah Nabi secara terang-terangan dimulai
setelah turun wahyu Q.S. al-Hijr/15: 94-95.
Dalam
berdakwah beliau mendapatkan berbagai rintangan, baik dari keluarga
maupun kaum Quraisy dan pihak luar. Namun,
semua dihadapi
oleh Nabi dengan penuh kesabaran dan
keikhlasan.
As-Sabiqμn al-Awwalμn adalah
orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Mereka adalah Siti Khadijah, Abu
Bakar, Ali bin Abi Talib,
Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman.
Cara
meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. di Mekah :
a. tugas dan tanggung jawab tidak bisa dipikul
seorang diri, tetapi
harus ada kebersamaan dan persatuan dari berbagai
kalangan
masyarakat.
b. Dalam bergaul harus bisa memilih teman yang
dapat mengajak
kepada hal-hal yang positif dan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar