RAGNKUMAN SENI BUDAYA
KETERAMPILAN
(SEMESTER 1)
Alam
merupakan sumber belajar ang tidak akan pernah habis untuk di gali.
Keanekaragaman flora dan fauna dapat mejadi sumber inspirasi dalam menggambar.
Burung merupakan salah satu fana yang sering di gambar dengan menggunakan
berbagai macam teknik dan bahan. Burung hin merupakan salah satu contoh fauna
yang sering menjadi objek batik di pesisir pantai ulau jawa.
Gambar
merupakan bahasa ang universal dan di kenal jau sebelum mausia mengenal
tulisan. Gambar sudah di kenal masyarakat sejak zaman purba. Menggambar tidak
hanya melibatkan aktivitas fisik semata tetapi juga mental. Aktivitas fisik
berhubungan dengan keterampilan mengguakan peralatan menggambar sedangan mental
berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Komposisi
dalam menggambar dapat di bedakan dalam dua jenis yaitu simetris dan asimetris.
Komposisi simetris meunjukan bahwa objek dibagian kana bidang gambar
sama atau mirip dengan objek di bagian kiri gambar. Komposisi asimetri
menunjukan bahwa objek di bagian kanan bidang gambar tidak sama atau tidak
mirip dengan objek di bagian kiri gambar tetapi terkesan menunjukan
keseimbangan.
Biasakan
sebelum menggambar untk membuat sketsa terlebih dahulu agar gambar memiliki
komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang baik.
Beberapa
tahapan yang harus di lakukan pada saat menggambar sebagai berikut:
·
Mengetahui
bentuk dasar objek yang akan di gambar
·
Mengetahui
bagian-bagian dari objek gambar
·
Menyusun
atau menyambung bagian per bagian menjadi gambar yang utuh
·
Memberikan
di mensi gelap terang baik itam putih atau berwarna
·
Memberi
kesan untuk latar belakang
Pertama
kali menggambar sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa untuk memiliki kemiripan
bentuk sesuai dengan objek yang di gambar.
Mengambar
flora (tumbuh-tumbuhan) dapat memberikan tentang keanekaragaman, keindahan, dan
keunikan objek flora yang ada di sekitar. Bagian-bagian flora dapat di gunakan
sebagai objek gambar, misalnya bentuk daun, bunga, dan dauh.
Fauna
(hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda. Ada hewan berkaki empat seperti sapi
dan kambing. Ada hewan ada dua seperti ayam dan bebek. Ada hewa yang hidup di
darat dan hidup di air dan didarat. Dan ada juga hewan yang bersifat buas dan
jinak.
Pada
saat menggambar bentuk, sebaiknya kamu memeperhatikan hal-hal berikut ini :
·
Porposi
bentuk benda yang akan di gambar
·
Komposisi
dalam meletakkan benda
·
Cahaya
yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan
·
Penggunaan
arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga demensi
·
Penggunaan
latar belakang (background)
Teknik
vokal
ü
Artikulasi
adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
ü
Phrasering
adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah di
mengerti dan sesuai dengan dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
ü
Intonasi
adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus di jangkau dengan tepat.
Teknik
pernapasan
ü
Pernapasan
dada di lakukan dengan cara mengisi udara dalam paru-paru bagian dalam.
ü
Pernapasan
perut di lakukan dengan cara membuat perut berongga besar sehinga udara luar
dapat masuk.
ü
Pernapasan
difragma, saat diafragma menegang atau lurus maka rongga dada dan rongga perut
menjadi longgar dan volume menjadi bertambah.
Latihan
vokal dapat dilakukan sambil menyayi yaitu dengan melakukan eksplorasi lagu
model.
Alat
musik
1.
Alat
musik ritmis berfungsi untuk memberikan irama. Contoh alat musik ritmis yaitu
triangle, gendang dan ketipung.
2.
Alat
musik melodis adalah alat musik yang berfungsi membawakan melodi suatu negara.
Contoh alat musik melodis yaitu rebab dan mandolin.
3.
Alat musik harharmonis adalah alat musik
yang berfungsi sebagai pengiring dan dapat mengeluarkan padua nada sekaligus.
Contoh alat musik harmois yaitu sampek dan sasando.
Teknik
memainkan alat musik
1.
Angklung adalah alat musik dari daerah
jawa barat dan banten. Kini angklung dibedakan menjadi angklung pembawa melodi
dan angklug pengantar. Angklung melodi terdiri dari dua tabung bambu, sedangkan
angklung pengiring terdiri atas tiga/ empat
tabung bambu. Angklung yang terdiri dari tiga tabung bambu adalah bentu
trinada misalnya C minor, G, dan D dim, sedandkan ang empat untuk acara catur
nada misalkan G7 dan C7.
2.
Seruling bambu juga berkembang seperti
angklung, di sulawesi elatan yaitu troja dan di sulawesi utara serulig bambu
telah di pakai sebagai musik anambel, demikian juga di NTT. Alat musik seruling
dibedakan mejadi seruling pembawa melodi dan seruling penggiring. Seruling
pengiring berfungsi sebagai akor dan bas. Akor bunyi nada seruling terdiri dari
tiga seruling, misalkan untuk akor C mayor seruling satu bunyi nadanya c,
seruling dua bunyinya nadanya e, dan seruling tiga bunyi nadanya g.
3.
Sasando berasal dari kabupaten rotedau
di NTT, yang sudah sukar di jumpai. Alat musik sasando mempunyai wilayah nada
dari G besar sampai dengan nada e3. Selain itu dapat di gunakan dalam dua nada
sadar mayor yaitu nada dasar C dan nada dasar G. Sasando termasuk alat musik
chordofone yaitu alat musik dengan sumber bunyi senar. Cara memainkan sasando
dipetik, tangan kiri memainkan akor tangan kanan memainka melodi.
4.
Calung adalah alat musik yang bentuknya sama dengan angklung, meskipun hampir sama
cara membunyikannya sangat berbeda. Angklung
cara membunyikannya hanya di
goyangkan saja, Sedangkan calung cara membunyikannya dengan cara memukul batang
bambu.
5.
Kolintang merupakan alat musik asli dari
daerah minahasa, sulawei selatan. Nama kolitang menurut masyarakat minahasa
dari suaranya, tong ( nada rendah), ting (nada tinggi) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar