RANGKUMAN BAHASA INDONESIA
(SEMESTER 1)
Ciri-ciri paragraf yaitu :
1.
Diawali degan huruf kapital
2.
Terdiri dari beberapa kalimat
3.
Kalimat pertama menjorok
Teks
deskripsi adalah teks yang melukiskan sesuatu dengan kesan panca indra.
Ciri
tujuan teks deskripsi :
ü
Tujuan teks deskripsi adalah mengambarkan objek
dengan cara merinci objek dari sudut pandang penulis teks deskripsi .
Ciri
objek yang dideskripsikan :
ü
Yang di bicarakan pada teks deskripsi adalah
bersifat khusus ( objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain).
Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat personal.
Ciri
isi teks deskripsi :
ü
Isi teks deskripsi di perinci menjadi perincian
bagian-bagian objek
ü
Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret
ü
Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan
emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat
Ciri
teks deskripsi dari segi penggunaan bahasa :
ü
Menggunakan kata khusus untuk mengkonkretkan
ü
Menggunakan kalimat rincian utuk mengkonnkretkan
ü
Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat
ü
Menggunakan majas untuk melukiskan secara
konkret
ü
Menggunakan kalimat rincian
ü
Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah
melihat mendengar, dan merasakan apa yang di deskripsikan
ü
Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang
Jenis-jenis
teks deskripsi :
Ditinjau
dari bentuknya teks deskripsi di bedaka menjadi dua kategoi yaitu teks
deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi sebagai yang menjadi
bagian teks yang lain ( cerpen, novel, lagu, iklan, dll )
Majas:
gaya bahasa
·
Perbandingan
·
Pertentangan
·
Pertautan
1.
PRBANDINGAN :
a.
Personifikasi adalah majas yang membandingkan
benda mati seolah-olah hidup dan bertingkah seperti mahkuk hidup.
b.
Metafora
adalah majas yag di dalamnya terdapat ungkapan.
c.
Asosiasi adalah majas yang didalamnya terdapat kata
seprti: ibarat, bagai, bagaikan, laksana.
d.
Alegori adalah majas yang berbentuk cerita.
2.
PERTENTANGAN:
a.
Hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan
dari keadaan sebenarnya.
b.
Ironi adalah majas yang menyatakan pertentangan
keadaan sebenarnya dengan maksud menyindir.
c.
Litotes adalah majas yang menyataka pertentangan
dari keadaan sebenarnya dengan maksud merendahkan diri.
3.
PERTAUTAN:
a.
a. Pars pro toto
Merupakan majas sinekdoke yang mengungkapkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.
Merupakan majas sinekdoke yang mengungkapkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.
b.
b. Totem pro parie
Kebalikan dari pars pro toto, totem pro parie merupakan majas sinekdoke yang mengungkapan keseluruhan untuk mengaitkan dengan sebagian dari sesuatu bagian.
Kebalikan dari pars pro toto, totem pro parie merupakan majas sinekdoke yang mengungkapan keseluruhan untuk mengaitkan dengan sebagian dari sesuatu bagian.
Jenis kata
1.
kata benda: buku, tas, pensil, meja.
2.
Kata sifat: ramah, baik, sopan, cerdas.
3.
Kata bilangan: satu, dua, tiga, banyak, slembar,
semua.
4.
Kata ganti orang: aku, saya, kami, ia.
5.
Kata ganti tunjuk: itu, sana, situ, in.
6.
Kata kerja: menulis, membaca, makan.
7.
Kata keteragan: pagi, malam, siang, besok.
8.
Kat sandang: si, sang, para.
9.
Kata hubung/sambung: dan, tetapi, atau, karena.
10.
Kata klitikan: ku,mu,nya.
11.
Partikel: -lah, -kah, -pun.
12.
Kata depan: di, ke, dari, daripada.
Afiks (imbuhan)
1.
Prefiks/awalan
Contoh= me-, ber-, pe-, ke-...
2.
Sufiks/akhiran
Contoh= -kan, -an, -i, -wan...
3.
Infiks/sisipan
Contoh= -el-, -em-, -er-...
4.
Konfiks/awalan/akhiran/sisipan
Contoh= me-kan, ber-kan, me-i, ke-an.
Jenis Pengembangan Deskripsi Bagian
Deskripsi bagian berdasarkan ruang
Berisi perincian bagian-bagian ruang objek yang dideskripsikan. Deskripsi
bagian berdasarkan anggota bagian- bagian objek Berisi perincian bagian-bagian yang
dideskripsikan (pantai digambarkan bawah lautnya, bibir pantai, ombak dan
pasirnya, pemandangan tumbuhan dan hewan pantai).
Deskripsi bagian berdasarkan proses sesuatu berlangsung.
Berisi perincian bagian awal, mulai meningkat, puncak (inti), penutup.
Deskripsi bagian berupa pemfokusan
Berisi bagian yang paling disukai dari bagian yang dideskripsikan.
Kata
umum adalah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal. Kata
– kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Kata khusus
adalah kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit. Kata – kata
yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim.
Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat
penting untuk melatih kreativitas atau di sebut juga cerita khayalan.
Fantasi
aktif yaitu fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan.
Fantasi
pasif yaitu fantasi yang tidak dikendalikan, jadi seolaholah orang yang
berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan-tanggapan.
Narasi
merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian
peristiwa dalam cerita disebut alur.
Tokoh
dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.
Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa
pada alur cerita.
Amanat
merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya.
Cerita
fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi Sezaman
dan Lintas Waktu
Berdasarkan
latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas
waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman
berarti
latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau
fantasi masa yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita
fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan
zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik) .
Orientasi:
pengenalan tokoh,
latar, watak tokoh, dan konflik
Komplikasi: Berisi
hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu
memuncak.
Resolusi: Berisi
penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.
Tujuan teks prosedur menjelaskan kegiatan yang harus
dilakukan agar pembaca / pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah
proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.
Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga:
(a) panduan
langkahlangkah yang harus dilakukan,
(b) aturan atau
batasan dalam hal bahan/ kegiatan dalam melakukan kegiatan,
(c) isi kegiatan yang
dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips).
Ciri bahasa yang digunakan:
(a) kalimat perintah
karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan,
(b) Selain kalimat
perintah juga diberikan saran, dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada
waktu menggunakan, membuat,
(c) penggunaan kata
dengan ukuran akurat ( ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit),
(d) menggunakan
kelompok kalimat dengan batasan yang jelas (rebus hingga menjadi bubur, lipat
bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki).
Ciri-Ciri Kalimat Perintah
1. Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.
2. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
3. Kalimat perintah menggunakan pola inversi.
4.
Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.
Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang
memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) atau
adjektiva (kata sifat). Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur
adalah keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.
Keterangan cara
Adverbial ini menambah keterangan cara pada kegiatan atau
peristiway ang terjadi (dengan,
dan secara).
Keterangan alat
Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah
kegiatan atau peristiwa, misalnya dengan … , menggunakan … , dengan menggunakan
Keterangan tujuan
Adverbial ini menambahkan informasi tujuan pada kalimat,
misalnya untuk, supaya, dan, agar.
Keterangan derajat /
kuantitas
Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah
kalimat yang Disertainya
Keterangan syarat
Kata keterangan ini menambahkan keterangan syarat terjadinya
suatu peristiwa (jika).
Keterangan akibat
Kata keterangan ini menambah keterangan akibat yang
ditimbulkan dari
sebuah
peristiwa/ kegiatan (hingga, akibatnya, sehingga, sampai, menjadi).
Struktur teks prosedur
1. Judul
• Dapat berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/
dilakukan
• Dapat berupa cara melakukan/menggunakan sesuatu
2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa pernyataan yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa paragraf pengantar yang menyatakan tujuan
penulisan
3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur
• Dapat berupa daftar/rincian
• Dapat berupa paragraf
• Pada teks prosedur tertentu, misalnya prosedur melakukan
sesuatu, tidak diperlukan bahan/alat
4. Langkah/tahapan dengan urutan yang benar
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan penomoran
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang
menunjukkan urutan: pertama, kedua, ketiga, dst.
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang
menunjukkan urutan waktu: sekarang, kemudian, setelah itu,
dst.
• Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep.
• objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri
umum
semua yang termasuk kategori/ kelompok itu (judul bersifat
umum:
Pantai, Museum, Demokrasi).
• Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.
• Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci
bagian-bagiannya, dan
objektif.
• Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu
(definisi,
klasifikasi,
jabaran ciri objek).
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi
untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah
diadakannya investigasi/
penelitian secara sistematis.
Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang
suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis
sehingga dapat mejelaskan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang
keilmuan. Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis.
Laporan hasil observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu
benda, tumbuhan, hewan, konsep/ ekosistem tertentu. Teks laporan hasil
observasi biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara
ilmiah.
Pengertian
Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah/
strutur bahasa
Indonesia
dan pilihan kata baku.
Unsur-Unsur kalimat Efektif
Sebuah kalimat dinyatakan efektif bila mengandung beberapa
ciri khas,
yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan
makna,
kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan
kelogisan bahasa.
Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam
kalimat itu.
Kehematan
Kehematan adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau
bentuk lain yang dianggap tidak perlu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar