Senin, 02 Januari 2017

RANGKUMAN BHS. INDONESIA SEMESTER 1



RANGKUMAN BAHASA INDONESIA
(SEMESTER 1)           

Ciri-ciri paragraf yaitu :
1.       Diawali degan huruf kapital
2.       Terdiri dari beberapa kalimat
3.       Kalimat pertama menjorok

Teks deskripsi adalah teks yang melukiskan sesuatu dengan kesan panca indra.

Ciri tujuan teks deskripsi :
ü  Tujuan teks deskripsi adalah mengambarkan objek dengan cara merinci objek dari sudut pandang penulis teks deskripsi .

Ciri objek yang dideskripsikan :
ü  Yang di bicarakan pada teks deskripsi adalah bersifat khusus ( objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat personal.

Ciri isi teks deskripsi :
ü  Isi teks deskripsi di perinci menjadi perincian bagian-bagian objek
ü  Isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret
ü  Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat

Ciri teks deskripsi dari segi penggunaan bahasa :
ü Menggunakan kata khusus untuk mengkonkretkan
ü Menggunakan kalimat rincian utuk mengkonnkretkan
ü Menggunakan kata sinonim dengan emosi kuat
ü Menggunakan majas untuk melukiskan secara konkret
ü Menggunakan kalimat rincian
ü Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat mendengar, dan merasakan apa yang di deskripsikan
ü Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang

Jenis-jenis teks deskripsi :
                Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi di bedaka menjadi dua kategoi yaitu teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi sebagai yang menjadi bagian teks yang lain ( cerpen, novel, lagu, iklan, dll )

Majas: gaya bahasa
·         Perbandingan
·         Pertentangan
·         Pertautan

1.       PRBANDINGAN :
a.       Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda mati seolah-olah hidup dan bertingkah seperti mahkuk hidup.
b.      Metafora  adalah majas yag di dalamnya terdapat ungkapan.
c.       Asosiasi adalah majas yang didalamnya terdapat kata seprti: ibarat, bagai, bagaikan, laksana.
d.      Alegori adalah majas yang berbentuk cerita.

2.       PERTENTANGAN:
a.       Hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan dari keadaan sebenarnya.
b.      Ironi adalah majas yang menyatakan pertentangan keadaan sebenarnya dengan maksud menyindir.
c.       Litotes adalah majas yang menyataka pertentangan dari keadaan sebenarnya dengan maksud merendahkan diri.

3.       PERTAUTAN:
a.       a. Pars pro toto

Merupakan majas sinekdoke yang mengungkapkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan.
b.      b. Totem pro parie

Kebalikan dari pars pro toto, totem pro parie merupakan majas sinekdoke yang mengungkapan keseluruhan untuk mengaitkan dengan sebagian dari sesuatu bagian.
Jenis kata
1.       kata benda: buku, tas, pensil, meja.
2.       Kata sifat: ramah, baik, sopan, cerdas.
3.       Kata bilangan: satu, dua, tiga, banyak, slembar, semua.
4.       Kata ganti orang: aku, saya, kami, ia.
5.       Kata ganti tunjuk: itu, sana, situ, in.
6.       Kata kerja: menulis, membaca, makan.
7.       Kata keteragan: pagi, malam, siang, besok.
8.       Kat sandang: si, sang, para.
9.       Kata hubung/sambung: dan, tetapi, atau, karena.
10.   Kata klitikan: ku,mu,nya.
11.   Partikel: -lah, -kah, -pun.
12.   Kata depan: di, ke, dari, daripada.
Afiks (imbuhan)
1.       Prefiks/awalan
Contoh= me-, ber-, pe-, ke-...
2.       Sufiks/akhiran
Contoh= -kan, -an, -i, -wan...
3.       Infiks/sisipan
Contoh= -el-, -em-, -er-...
4.       Konfiks/awalan/akhiran/sisipan
Contoh= me-kan, ber-kan, me-i, ke-an.
Jenis Pengembangan Deskripsi Bagian

Deskripsi bagian berdasarkan ruang
Berisi perincian bagian-bagian ruang objek yang dideskripsikan. Deskripsi bagian berdasarkan anggota bagian- bagian objek Berisi perincian bagian-bagian yang dideskripsikan (pantai digambarkan bawah lautnya, bibir pantai, ombak dan pasirnya, pemandangan tumbuhan dan hewan pantai).
Deskripsi bagian berdasarkan proses sesuatu berlangsung.
Berisi perincian bagian awal, mulai meningkat, puncak (inti), penutup.
Deskripsi bagian berupa pemfokusan
Berisi bagian yang paling disukai dari bagian yang dideskripsikan.
Kata umum adalah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim. Kata khusus adalah kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit. Kata – kata yang termasuk dalam kata umum disebut dengan hipernim.
Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas atau di sebut juga cerita khayalan.

Fantasi aktif yaitu fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan.

Fantasi pasif yaitu fantasi yang tidak dikendalikan, jadi seolaholah orang yang berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan-tanggapan.

Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur.

Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.
 Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita.
Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya.

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu
Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman
berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik) .
Orientasi: pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik
Komplikasi: Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu
memuncak.
Resolusi: Berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.
Tujuan teks prosedur menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca / pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.

Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga:
 (a) panduan langkahlangkah yang harus dilakukan,
 (b) aturan atau batasan dalam hal bahan/ kegiatan dalam melakukan kegiatan,
 (c) isi kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips).

Ciri bahasa yang digunakan:
 (a) kalimat perintah karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan,
 (b) Selain kalimat perintah juga diberikan saran, dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan, membuat,
 (c) penggunaan kata dengan ukuran akurat ( ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit),
 (d) menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas (rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki).

Ciri-Ciri Kalimat Perintah
1. Intonasi pada bagian tengah kalimat naik atau meninggi.
2. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
3. Kalimat perintah menggunakan pola inversi.
4. Biasanya menggunakan partikel lah ataupun kan.
Adverbia atau kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) atau adjektiva (kata sifat). Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur adalah keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan.
Keterangan cara
Adverbial ini menambah keterangan cara pada kegiatan atau peristiway ang terjadi (dengan, dan secara).
Keterangan alat
Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah kegiatan atau peristiwa, misalnya dengan … , menggunakan … , dengan menggunakan
Keterangan tujuan
Adverbial ini menambahkan informasi tujuan pada kalimat, misalnya untuk, supaya, dan, agar.
Keterangan derajat / kuantitas
Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah kalimat yang Disertainya
Keterangan syarat
Kata keterangan ini menambahkan keterangan syarat terjadinya suatu peristiwa (jika).
Keterangan akibat
Kata keterangan ini menambah keterangan akibat yang ditimbulkan dari
sebuah peristiwa/ kegiatan (hingga, akibatnya, sehingga, sampai, menjadi).
Struktur teks prosedur
1. Judul
• Dapat berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/
dilakukan
• Dapat berupa cara melakukan/menggunakan sesuatu
2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa pernyataan yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa paragraf pengantar yang menyatakan tujuan
penulisan
3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur
• Dapat berupa daftar/rincian
• Dapat berupa paragraf
• Pada teks prosedur tertentu, misalnya prosedur melakukan
sesuatu, tidak diperlukan bahan/alat
4. Langkah/tahapan dengan urutan yang benar
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan penomoran
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang
menunjukkan urutan: pertama, kedua, ketiga, dst.
• Berupa tahapan yang ditunjukkan dengan kata yang
menunjukkan urutan waktu: sekarang, kemudian, setelah itu,
dst.
Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep.
objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum
semua yang termasuk kategori/ kelompok itu (judul bersifat umum:
Pantai, Museum, Demokrasi).
Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.
Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan
objektif.
Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (definisi,
klasifikasi, jabaran ciri objek).
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi/
penelitian secara sistematis.

Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis sehingga dapat mejelaskan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang keilmuan. Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis. Laporan hasil observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, konsep/ ekosistem tertentu. Teks laporan hasil observasi biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah.
Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah/ strutur bahasa
Indonesia dan pilihan kata baku.
Unsur-Unsur kalimat Efektif
Sebuah kalimat dinyatakan efektif bila mengandung beberapa ciri khas,
yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna,
kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa.

Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.
Kehematan
Kehematan adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar